OFFICIAL WEBSITE OF BEM FISIP UNUD

Thursday, October 27, 2016

Kelompok LKMM-TD FISIP UNUD 2016


KELOMPOK LKMM-TD FISIP UNUD 2016

KELOMPOK 1
No
Nama
1
Kadek Elma Yulia Dewi
2
Putu Shaunney Tjung
3
Ni Made Nadhya Karuni
4
I Gede Sumitra Jaya
5
Mathyas Feryant Saragih
6
Fahira Maulida
7
Markus Valentino Ferdy Tukan
8
Desak Made Trisna Juliantari Dewi
9
Alfin Septian Kuddus
10
Ni Komang Tri Mardani
11
Resa Erien Maulana
12
KADEK ARYA TEDDY SUJAYA
13
I KADEK DARMAJA PUTRA
14
I NYOMAN DHARMA PUTRA
15
I GST AGUNG ADI PUTRA WIJAYA
16
RATIH SAPTANDARI
17
Putu Yunia Andriyani
18
Glenkevin Morrison Joshua
19
Yusma Ayu Sekaringtyas
20
Putu Gede Damarrupa
21
Dian Berdianti
22
Hernanda Kartika
23
I Made Krisna Satria Dwipayana
24
Dewa Ayu Agung Dewi Gili Amrita
25
Alexandra
26
I Gusti Ayu Diah Pramesti
27
R. Agung Rezky Bagus Wicaksono
28
I Dewa Ayu Inggra Swathy
29
Komang Gina Pebriyanti
30
Yuni Indah Butar-Butar
31
Siti Basrah Hamidah
32
Nurwulan Intan Palufi
33
Ronald Andreas
34
I Putu Gede Jasena Prahma Tamala
35
I Gusti Ayu Sintya Dewi Suteja
36
Erina Rosa
37
Putu Fhanny
38
Ilham Azhimi Pradhananta
39
Alfianus Fridolin Girwan
40
DewaGedeAgungPanjiPinatih
41
Ni Putu Ayu Adika Sari
42
Ni Wayan Rahayuni Yodisari
43
Tjok Istri Cempaka Triana Putri
44
Reynaldo Leiro Kasipmabin
45
Komang TrianaWulandari
46
Septiana De Jesus Neri
47
NI LUH KADE TRISNA DEWI
48
GHIYATS FIQRI ALAUDDIN
49
NI LUH MADE INTAN SAPTIARI
50
NARARYA PRASETYA PUTRA
51
NATASHA ALTHEA FINDIARNI
52
NI PUTU SRI VENI RUKNINGSIH
53
ASPI NUR AROYANI
54
NI MADE FINA PRADNYANI P
55
Putu Vita Lokasari
56
Ni Wayan Sri Upayoni



KELOMPOK 2
No
Nama
1
GustiAgungPutuDita Indah Sari 
2
Ida AyuGedeKartika
3
TulusParsaoranSihombing
4
AulyaOlgina
5
DewaAyuNovitaDewi
6
I KadekDoniKristiawan
7
Ketut Bella Tarini
8
Ni Putu Eva Oktariani
9
Marlina Elisabeth Hasibuan
10
Ni NyomanSintia Maharani
11
Ni PutuKusumaWardani
12
NI MADE NITA LESTARI
13
GEDE SAI SANKARA PRATIKA
14
SAYU PUTU SRI ARTASARI
15
I GUSTI NGURAH NYOMAN ADI PURNAMA
16
Asla Eva Setya
17
Baiq Sisca Rahayu Novani
18
Hairunnisa Widiasari
19
I Gusti Komang Juliana
20
Wahyu Mutiara
21
Fiqa Annisa
22
Ni Made Mahindri Sadyani Putri
23
Ni Made Sri Pradnya Wati Sudiarta
24
Cynthia Novita Sari
25
Luh Ning Widiyanti
26
Diyas Putri Kumala
27
Ni Luh Putu Wulandari
28
Restu Aditya I Gede
29
I Gusti Ngurah Guna Wintara
30
Nabila Nurfatin
31
Hosea Stefan Paulus
32
Kadek Ivan Jordi
33
I Gede Adhi Dharma
34
Ni Nyoman Kharismadiani
35
Pande Try Radha Dewi
36
Made Prajadhita Astuti
37
I Made Adhi Purwa Sasmita
38
Ketut Arie Bagas Kara
39
Patricia Gracia Amin Nino
40
Ni WayanSeruniSetyadnya
41
Ni KomangAnggreniAprilia
42
AbimanyuKusumoNegoro
43
CrishnaSembada
44
I KetutRaharja
45
YunestaEkaPratiwi
46
Indah PutriSinaga
47
ERICK FEBRIANTO  
48
           AMELIA OCTAFITRI            
49
A A GEDE SURYA WIJAYA
50
NI LUH GDE MIA DIAN TRISKA
51
AUDRIE ZEKHA ZIPAWIKACITRA A
52
I PUTU REZA PASHA MARANEKA
53
NI LUH SRISAKA UTAMI
54
NI KOMANG AYU RAHAYU N
55
Eka Dharma Kusuma
56
Ni Made Ayuningsih



KELOMPOK 3
No
Nama
1
KomangAyuHartajaya Devi GN
2
DwiNurcahyani
3
GhifariYorgaPraditya
4
A.A NgurahRameswaraSuryawaman
5
Ni Kadek Devi Darmayanthi
6
Ni Kadek Yoni Enjels
7
Yuda Ike Nurdiana
8
AnnisaRosdianaKurdiaDewi
9
Sang AyuPutuDili Maharani
10
KadekAyuFerbriantini P.
11
Ni LuhPutuYunitaSriandewi
12
Made DarmayanthiKusumaDewi
13
LIDYA JOLANDA MEUTIA KALE 
14
NI PUTU HENY MEITRIYANTI
15
NI LUH SRI ARIANI
16
I MADE INDRA PRAMANA
17
MARIA ROSAMISTICA LALU
18
Sasmandanu Adhi Prasetyo
19
Dewi Nandini Aryawan
20
I Gusti Ayu Maheni
21
Ida Ayu Gita Phalasukma
22
Radinda Annisa Rachmad
23
Michael Yosafat Ning
24
Jocelyn Williams Savarino
25
Ni Made Monik DwiArtha Cahyani
26
Ni Komang Arie Rahayu
27
ZumratulHaryani
28
SitiHusniNirwanaHidayati
29
BagusAdithyaMahaputra
30
PutuIntanSwariDewi
31
Ni KetutRaiPurwati
32
LifiSaroinsong
33
MargaRetthaYulianaPuspita Sari 
34
PutuKrisyudeaDafara Putra
35
I PutuSatya Kama
36
DEJAN JOSHUA HEIN WENAS
37
DEWA AYU PURNAMI AZHARI
38
RIA AGNES NINGWULANSARI
39
NI KETUT DHARMAYASASWINI
40
I GUSTI MADE ARI PUTRA S          
41
IDA AYU PUTU CITTA MANDALA K
42
NYOMAN GEDE RIKY TERESNO L
43
RIFQIKAH DURROTUL HIKMAH
44
Sri Yulia Wardani
45
Kadek Yudha Dani Praditya Rusdiantha
46
Imanuella Debora Horota
47
Gede Rama Agus Sandiasa
48
Air Langga Kristiawan
49
Muhammad Gagah Pribadi
50
I Putu Krisna Yudi Pratama
51
Andrean Aldianto
52
Tomy Wirawijaya Simanjuntak
53
Si Luh Ayu Pawitri
54
I Gusti Ngurah Rai Dwipayana
55
Dewi Afifah
56
    DIAN PAKARTI    



KELOMPOK 4
No
Nama
1
Ni Made Juniantari
2
Ade EvitaArvianti
3
I WayanMeiditaAnanda
4
ElmiAchmadBaykhaqi
5
Ida AyuPradnyaParamitha
6
PutuTrisnaMarmika
7
NovianaAstrinDewanny
8
Ni NengahAYu Sri Jati
9
ZuraAnisUrbaningrum
10
Komang Tri UtariDewi
11
RAMADHANNI SAPUTRO
12
NI KADEK  VIONITA PERTIWI
13
NI KADEK AYU KRISMA AGNESWARI
14
DWI RIANAWATY
15
Putu Pradnya Pramesti Arsa
16
Lintang Cahyaning Wahyu Pratiwi
17
Diandra Annisa Makalam
18
Wayan Davadylan Julio Prasadhana
19
Miranda Elfanita Sihono
20
Ni Kd Anjani Sadeva Devi
21
Anisha Rahma Siswanto Putri
22
Maranatha Christianing Siahaan
23
Ni Luh Indah Megayanti 
24
Ni Kadek Sri Rejeki
25
Yusningtyas
26
Nelva Marinencia Dias Ximenes Halle
27
Made Cynthia Paramitha
28
Ni KomangRatnaWidyantari
29
Arva Salsa Ramadhanty
30
ZaibZakariaMannakari
31
Ida AyuTirtaPurnamaNingsih
32
Ivo Valensio Weston Sitinjak
33
I KomangBagusKrisnaBhaskara
34
I Putu Surya AdhiPradana Putra
35
Yoga Sathya Mandala Giri Putra
36
NI MADE AYU MITA ANGGAYASTI A
37
GUSTI AYU YOGIANA PRABASWARI
38
IMRIATUN MUCHLISOH
39
PUTRIANA SEVTY VANNY QORRI’AH
40
GDE DARMA SETIAWAN
41
MUHAMMAD ARIO BIMO PRATAMA
42
KOMANG MULIA DARMAWAN
43
    SANRIO ELDIO     
44
Mat Sahri
45
Luh Putu Sunetri Dewi
46
Ni Ketut Lola Agnes Arijesni
47
Dewa Putu Wahyu Krisna Adhi
48
I Putu Angga Suryawan
49
Reynaldo Gabriel Sanjaya
50
Antonius Fernando Saragih
51
I Putu Indra Klinsmanata Pinatih
52
Ida Bagus Nyoman Baskara Punia Manuaba
53
Komang Bagus Dana Prawira
54
Intan Permatasari
55
     GABRIEL TARIHORAN   

Share:

Thursday, September 29, 2016

September Hitam : Selubung Kasus Munir, Mirna

September Hitam : Selubung Kasus Munir, Mirna



Bulan September akan berakhir, namun istilah September Hitam layak diangkat kembali untuk mengingatkan masyarakat pada istilah yang digunakan untuk mengingatkan masyarakat kembali akan empat tragedi yang terabaikan di bulan September silam yaitu ; tragedi 65 (30 September 1965-1966), tragedi Tanjung Priok (12 September 1984), tragedi Semanggi 2 (23-24 September 1999), dan yang masih hangat dalam ingatan, tragedi Munir (7 September 2004).

Munir Said Thalib merupakan aktivis penegak HAM yang menjadi ikon di Indonesia sejak dia menangani beberapa kasus pelanggaran seperti kasus hilangnya duapuluh empat aktivis dan mahasiswa di Jakarta (1997-1998), pembunuhan masyarakat sipil di Tanjung Priok (1984), penembakan mahasiswa di Semanggi, Tragedi 1 dan 2 (1998 dan 1999), kasus subversif Sri Bintang Pamungkas dan Dita Indah Sari, kasus pembunuhan tiga petani nipah di Madura (1993), dan banyak kasus lainnya. Lalu, pada 7 September 2004 Indonesia dikagetkan dengan kematian Munir di atas pesawat Garuda dalam penerbangan ke Den Haag. Dimana saat itu Munir hendak melanjutkan pendidikan Magister bidang Hukum Humaniter di Utrecth, Belanda. 

Menjadi sebuah kajian yang menarik ketika dua situs berita online www.kompasiana.com diikuti oleh news.liputan6.com mengaitkan kasus Munir di tahun 2004 tersebut dengan isu sosial yang sedang hangat diperbincangkan di media dan berhasil menyedot perhatian publik beberapa bulan terakhir ini, yaitu kasus Mirna. Wayan Mirna Salihin meninggal ditempat, setelah meminum kopi Vietnam dimana teka-teki mengenai siapa dan motif dibalik pembunuhannya masih belum dipastikan hingga hari ini (tertanggal 26 September 2016)

Dari kedua situs berita online tersebut, dapat ditarik dua garis besar mengenai persamaan dasar di antara kasus Munir dan Mirna, yaitu :

1.      Sama-sama Diracun di Kedai Kopi
Munir, yang hendak menuju Belanda, sempat transit di Bandara Internasional Changi, Singapura. Saat itu Munir diduga bertemu Pollycarpus Budihari Priyanto, terpidana kasus pembunuhan Munir yang kini telah menghirup udara segar karena bebas bersyarat. Kala itu Munir diajak mengobrol dan memesan minuman di outlet Coffee Bean. Menurut ahli forensik dari Universitas Indonesia yang menangani kasus Munir, Mun'im Idris, Munir positif meninggal karena racun arsenik dengan kadar 0, 031 mg/cc darah.
Dan hal tersebut memiliki persamaan dengan kasus Mirna yang tewas usai meminum es kopi Vietnam mengandung sianida di kedai kopi Olivier, Grand Indonesia, Jakarta. Di dalam tubuh Mirna ditemukan Natrium Sianida dengan konsentrasi 15 mg/cc darah.

2.      Pelaku Sama-sama Membantah
Dalam kasus pembunuhan Munir, meski terdakwa pembunuhannya, Pollycarpus telah menjalani masa tahanan delapan tahun penjara dan bebas bersyarat, namun belum bisa dibuktikan bagaimana Munir diracun. Sempat muncul dugaan berdasarkan keterangan saksi, bahwa Munir diracun dalam es jeruknya. Hal itu berdasarkan aksi Pollycarpus yang membawa dua gelas minuman saat bersama Munir.
Namun, pada tingkat Pengadilan Tinggi saat Majelis Hakim menjatuhkan vonis 14 tahun penjara, disebutkan bahwa Pollycarpus melakukan pembunuhan berencana terhadap Munir dengan cara memasukkan racun arsenik ke dalam mi goreng. Tetapi, majelis hakim lainnya, Hakim Sri Handoyo berpendapat pertimbangan majelis hakim tingkat pertama yang menyatakan arsenik masuk ke tubuh Munir melalui mi goreng tidak dapat dibenarkan. Keberadaan arsenik dalam persidangan masih gelap, tidak ditemukan asal-usul arsenik dan siapa yang menaburkan. Pollycarpus berkali-kali membantah soal pemberian racun di Bandara Changi. Bantahan tersebut juga ia tegaskan saat keluar dari penjara.
Selanjutnya, meski sudah ditemukan tersangka dalam kasus pembunuhan Mirna, polisi belum dapat menemukan atau membuktikan bagaimana tersangka Jessica meracuni Mirna. Bahkan, belum juga diungkapkan bagaimana cara Jessica memperoleh racun dan menaruh racun tersebut karena hingga saat ini Jessica masih bersikukuh membantah telah memasukkan racun ke dalam es kopi Vietnam yang diminum Mirna.
Dalam hal ini, pelaku dalam kasus Munir dan terduga pelaku dalam kasus Mirna sama-sama membantah telah melakukan perbuatan yang dituduhkan kepada mereka. Hingga sekarang, kasus Mirna masih belum menemukan titik terang dan sidangnya masih terus berlanjut.

Setelah dikaji dari dua data dalam situs berita online tersebut, dapat dikatakan bahwa terdapat dua garis besar yang membuat dua kasus tersebut idientik atau mirip. Namun, hal yang menjadi perbedaan kemudian, bagaimana kita melihat adanya transparasi luar biasa dalam kasus Mirna dimana sidang pengadilan kasus-nya ditayangkan di beberapa televisi swasta nasional yang menuai kritik dari ahli dan masyarakat. Bagaimana sidang tersebut pada akhirnya menjadi konsumsi publik. Semoga hal tersebut pada akhirnya dapat membuka jalan untuk mengungkap kasus Munir yang masih belum tuntas kemarin. Kami berharap kasus Munir dapat di usut setuntas-tuntasnya se-transparan kasus Mirna.

Salam Kolaboratif
Unity to Glory! FISIP!!
Departemen Kajian Aksi Strategis dan Pengabdian Masyarakat
BEM FISIP Universitas Udayana

Kabinet FISIP Kolaboratif
Share:

Friday, September 23, 2016

OPEN RECRUITMENT BAND FISIPHORIA FESTIVAL 2016

Silahkan download  dan lengkapi Formulir Recruitment Band FISIPHORIA FESTIVAL 2016.

Download_File
Share:

Search This Blog

Translate

Dept. Media Kreatif BEM FISIP UNUD. Powered by Blogger.